Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sejarah Mainan Lego Classic yang Saat Ini Banyak Diminati

Saat ini dapat dikatakan bahwa lego adalah mainan yang paling banyak dikenal di seluruh penjuru dunia. Terlebih, saat ini sendiri ada banyak jenis dan varian lego yang dapat dijadikan koleksi, seperti lego classic. Sebelum membelinya, maka tidak ada salahnya untuk mengetahui seperti apa sejarahnya.

Mengenal Sejarah Mainan Lego Classic secara Umum

Lego merupakan salah satu mainan yang sudah dikenal oleh banyak orang. Baik itu anak-anak hingga orang dewasa sekalipun. Hanya saja, tidak banyak orang yang mengetahui mengenai mainan lego tersebut. Oleh karena itu, simak beberapa sejarahnya pada penjelasan di bawah ini:

1.   Berawal dari Tukang Kayu

Jika mengenal mengenai sejarah awal pembuatan lego, maka hal tersebut berasal dari Ole si tukang kayu yang ada di salah satu desa di Denmark. Pendiri lego tersebut memang dibesarkan sebagai seorang tukang kayu. Ia juga sudah banyak mengenal berbagai kerajinan kayu sejak kecil.

Lego Classic

Kemudian, hingga akhirnya pada tahun 1916 tersebut Ole kembali ke Denmark kemudian mendirikan perusahaannya sendiri. Adapun nama perusahaan tersebut adalah Billund Maskinsnedkeri og Tomreforretning. Yakni sebuah bengkel kayu dan toko bahan bangunan yang ada di Kota Billund.

2.   Pabrik Sempat Terbakar

Tidak banyak yang mengetahui bahwa pada tahun 1924, toko bangunan dan pabrik yang sudah dibangun tersebut mendadak mengalami kebakaran yang hemat. Hal tersebut ternyata disebabkan oleh anak pertama Ole yang tidak sengaja memercikkan api ke lelehan kayu.

Sementara anak tersebut masih memiliki usia di bawah lima tahun. Akan tetapi, beruntungnya semua anggota keluarga tersebut berhasil selama. Hanya saja, baik toko maupun pabriknya sudah tidak tersisa lagi karena sudah dilalap oleh api.

3.   Pabrik Dibangun Kembali

Setelah mengalami musibah kebakaran tersebut, tidak membuat Ole dan keluarga menjadi berputus asa. Ia kemudian mulai membangun usaha yang baru kembali. Tidak lain yakni sebuah pabrik yang jauh lebih besar dibandingkan dengan sebelumnya.

Adapun dana dari pembuatan pabrik tersebut berasal dari dana pinjaman. Dengan begitu, Ole pun berhasil memulai bisnisnya kembali. Tentu saja, adanya kejadian kebakaran tersebut menjadi pembelajaran tersendiri bagi Ole agar lebih berhati-hati dalam mengelola usaha.

4.   Mulai Menjual Mainan

Seiring berjalannya waktu, krisis terjadi di Denmark pada tahun 1930. Hal ini membuat keuntungan pun tidak dapat diraih atas penjualan. Pasalnya, penjualan yang ada tersebut semakin hari semakin menurun. Hingga akhirnya, Ole pun mencari komoditas baru untuk diproduksi.

Setelah itu, ia juga mulai membuat beberapa mainan serta keperluan sehari-hari dari bahan kayu. Dalam hal ini, anak pertama Ole pun tidak sungkan untuk bergabung membantu ayahnya membuat mainan kayu. Sejak saat itu sampai tahun 1932, setidaknya sudah ada 28 jenis mainan kayu yang diminati.

5.   Produksi Mainan Plastik

Berlanjut pada tahun 1934, Ole pun menyadari bahwa produk yang paling diminati di pasaran adalah mainan kayu. Tidak heran jika mereka mulai memproduksi mainan tersebut sehingga meninggalkan bisnis bahan bangunan. Ole kemudian memakai nama lego untuk perusahaan tersebut.

Sejak itulah, perusahaan lego hanya dikenal sebagai produsen mainan yang terbuat dari kayu. Kemudian, pada tahun 1940 lego yang terbuat dari plastik mulai dibuat. Dengan begitu, produksi mainan memakai kayu pun mulai ditinggalkan dan lebih fokus memproduksi mainan bahan plastik.

Itu tadi beberapa informasi mengenai sejarah lego classic secara umum yang dapat Anda ketahui. Hingga saat ini sendiri mainan tersebut masih banyak diminati oleh anak-anak. Penjualannya juga sangat tinggi sehingga tidak heran jika mainan tersebut tetap bertahan kepopulerannya.

Posting Komentar untuk "Sejarah Mainan Lego Classic yang Saat Ini Banyak Diminati"